26 November 2011

Bandar Udara Abdul Rachman Saleh - Malang Jawa Timur

Mungkin bagi yang pernah ke Kota Malang, foto di samping ini bukan hal yang asing lagi. Sebab saya baru saat ini kali pertama menginjakkan kaki di Malang dan di tempat ini lah kaki saya menginjak bumi Malang Jawa Timur yaitu Bandar Udara Abdul Rachman Saleh.

Jujur saya sempat agak tercengan atau bahasa yang lebih gampang adalah sedikit kaget. Sebab selama ini saya selalu berkunjung ke suatu lokasi dengan bandara yang agak atau lumayan besar. Berawal dari kaget pengalaman selanjutnya adalah saya hampir kelewatan mengambil barang bagasi, dikarenakan terlewat sebab ternyata lokasi pengambilan berda di jalur saat kita mau keluar.

Dalam 2 (dua) bulan ini saya sudah 2 kali melakukan perjalanan PP Malang - Jakarta - Malang, dan penerbangan dari Malang maupun menuju ke Malang ini penuh tantangan. Sebab mengapa secara letak geografis Malang berada di bawah kaki gunung, dan kalau kita sudah menginjak kaki di Malang kita bisa melihat Kota Malang dikelilingi oleh pegunungan, sehingga jika kondisi musim hujan kondisi cuaca akan selalu memburuk dan jalur penerbangan akan terganggu. Ditambah lagi pula fasiliats Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, juga belum memadai.

Pernah pada tanggal 7 November 2011, saya ingin menuju ke Jakarta dengan penerbangan pukul 12:00. Saat itu musim hujan dan memang sedang hujan, saya datang pukul 11 dan langsung cek in. Bisa dibayangkan bandara sekecil itu harus menampung banyak orang, saya sempat kaget kok mengapa banyak sekali orang menumpuk di bandara sekecil ini ? ohh ternyata penerbangan sebelumnya mengalami penundaan. Selang 30 menit kemudian jadual penerbangan saya pun di tunda tanpa batas yang ditentukan dikarenakan cuaca. Hingga akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 18:00, dan muncullah pengumuman penerbangan di alihkan ke Bandara Udara Juanda - Surabaya. Perjalanan dari Malang ke Surabaya membutuhkan waktu sekita 2 jam. Sampai di Juanda pukul 20:00, dan saya mendapatkan penerbangan terakhir dari Surabaya pada pukul 21:00. Sampai Bandara Soekarno Hatta pukul 22:00 dan itu belum sampai rumah, sampai rumah pukul 24:00.

Kondisi di atas itu baru tantangan saat berangkat dari Malang, belum saat datang ke Malang. Tantangan selanjutnya adalah menghadapi cuca buruk saat ingin mendarat di Bandar Udara Abdul Rachman Saleh. Mungkin bagi yang sudah terbiasa naik pesawat saat cuaca buruk bisa membayangkan. Jika kondisi memburuk semua jadual kedatangan pun semuanya dialihkan ke Surabaya dan mendarat di Bandara Udara Juanda, namun terkadang suka ada pilot yang memaksakan diri mendarat di Malang, alhasil sangat menegangkan.

Berikut sedikit info tentang Bandar Udara Abdul Rachman Saleh,

Bandara Abdul Rachman Saleh adalah bandar udara yang terletak di Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kode ICAOnya WARA (dahulu WIAS) dan kode IATA MLG. Bandara ini merupakan tempat pesawat Hercules C-130 dan OV-10 Bronco. Selain itu Wing 2 Korps Pasukan Khas juga bermarkas di sini.

Bandara Abdul Rahman Saleh memiliki dua landasan pacu yang pertama untuk pesawat-pesawat kecil seperti Hercules C-130 dengan panjang 1.500 m, dan yang kedua untuk jenis pesawat besar seperti Boeing 737 dengan panjang 1.980 m, menurut rencana Pemprov Jatim akan memperpanjang landasan pacu 270 m sehingga menjadi 2.250 m. Anggaran yang disediakan untuk pembenahan di Bandara Abdul Rachman Saleh sebesar Rp 13 miliar. Dijadwalkan akan selesai pertengahan tahun 2011. Sekaligus pengoperasian terminal baru di sisi selatan, terminal lama milik TNI-AU.

Untuk penerbangan sipil melayani rute Malang-Jakarta dilayani oleh maskapai Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, dan Batavia Air. Sedangkan untuk rute Malang-Denpasar dilayani oleh Wings Air anak perusahaan dari Lion Air menggunakan pesawat Avions De Trasnport Regional, nama kepanjangan dari ATR 72 seri 500.Sebelumnya Bandara Abdul Rahman Saleh pada tahun 2007 sampai dengan 2008 pernah melayani tiga rute penerbangan sekaligus yaitu Malang-Jakarta, Malang-Balikpapan-Tarakan, dan Malang-Denpasar. Nama bandara ini diambil dari salah satu pahlawan nasional Indonesia: Abdul Rahman Saleh


0 komentar:

Poskan Komentar

Blogger templates